10-September-2026 | Dilihat: 34 kali

YAYASAN DHARMA HUSADA INSANI GARUT DORONG MAHASISWA IKKHG JADIKAN PERWIRA PRAJURIT KARIR (Pa PK) TNI SEBAGAI PELUANG PENGABDIAN
...

GARUT — Kehadiran Korem 062/Tarumanagara di Kampus 2 Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Kamis (10/9/2026), memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai peluang pengabdian melalui jalur Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI.

Sosialisasi yang berlangsung di Kampus 2 IKKHG, Jalan Nusa Indah, Kelurahan Jaya Raga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa bidang kesehatan, untuk mengenal lebih jauh peluang mengembangkan kompetensi sekaligus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Korem 062/Tarumanagara di lingkungan kampus merupakan bentuk sinergi sekaligus kesempatan berharga bagi mahasiswa IKKHG untuk memperluas wawasan tentang masa depan profesinya.

“Kegiatan ini jangan hanya dipandang sebagai sosialisasi. Jadikan informasi yang diperoleh hari ini sebagai wawasan untuk melihat bahwa setelah lulus nanti terdapat berbagai pilihan jalan pengabdian yang dapat ditempuh,” ujar Dr. H. Hadiat.

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi mulai memikirkan masa depan, kompetensi, dan bentuk pengabdian yang ingin dibangun sejak masih berada di bangku kuliah.

Menurutnya, mahasiswa kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis karena ilmu yang dipelajari berkaitan langsung dengan kepentingan kemanusiaan. Karena itu, setiap mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, baik dari sisi akademik, kompetensi profesi, karakter, kedisiplinan, maupun kesehatan fisik dan mental.

“Kalau ada di antara mahasiswa yang memiliki cita-cita menjadi bagian dari TNI melalui jalur Pa PK, persiapkan diri sejak sekarang. Jangan menunggu setelah lulus baru mulai mempersiapkan diri,” pesannya.

Dr. H. Hadiat menegaskan bahwa profesi tenaga kesehatan merupakan profesi yang mulia. Seorang tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, kedisiplinan, dan semangat melayani.

Apabila kompetensi tersebut dipadukan dengan pengabdian melalui TNI, menurutnya, nilai pengabdiannya menjadi semakin luas.

“Menjadi tenaga kesehatan berarti mengabdikan ilmu untuk kemanusiaan. Menjadi bagian dari TNI berarti sekaligus memberikan pengabdian kepada negara. Keduanya merupakan bentuk pengabdian yang sangat bernilai,” ungkapnya.

Karena itu, mahasiswa IKKHG yang memiliki ketertarikan terhadap jalur Pa PK diharapkan tidak sekadar menjadi peserta sosialisasi, tetapi mampu menjadikan kegiatan tersebut sebagai titik awal untuk menentukan pilihan dan mempersiapkan masa depan.

YDHIG, kata Dr. H. Hadiat, siap memberikan dukungan sesuai dengan kewenangannya melalui penyediaan informasi dan fasilitasi yang dapat membantu mahasiswa memperoleh pemahaman serta kesiapan yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut memiliki cita-cita besar.

“Jangan membatasi cita-cita. Selama memiliki kesempatan, persiapkan diri sebaik-baiknya. Kesempatan tidak selalu datang dua kali, tetapi orang yang siap akan lebih mampu memanfaatkan kesempatan ketika kesempatan itu datang,” pesannya.

Kegiatan sosialisasi Pa PK TNI tersebut diharapkan dapat membuka cakrawala mahasiswa IKKHG bahwa lulusan tenaga kesehatan memiliki ruang pengabdian yang luas. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan di rumah sakit, klinik, atau fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia kesehatan yang siap mengabdi dalam berbagai institusi strategis, termasuk TNI.

Bagi mahasiswa IKKHG yang hadir dalam kegiatan tersebut, pesan utamanya sederhana: kenali peluangnya, tentukan pilihan, persiapkan diri, dan jadikan ilmu kesehatan yang dipelajari sebagai bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dengan semangat tersebut, sosialisasi Pa PK TNI diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan penyampaian informasi, tetapi menjadi pemantik semangat bagi lahirnya generasi tenaga kesehatan IKKHG yang kompeten, disiplin, berkarakter, dan siap mengabdi di mana pun bangsa dan negara membutuhkan.***